Monday, June 9, 2014

Mature = Dewasa

Selama ini, aku selalu merasa bahwa aku adalah orang yang paling tidak dewasa dari semua teman-temanku. Terlalu sensitif seperti anak kecil yang akan menangis kalau mendengar sedikit bentakan dari orang sekitarnya. How pathetic I am...

Terkadang aku berpikir, sebenarnya apa sih arti dewasa itu? Apakah dewasa berarti kita bisa menahan tangis ketika kita sedih? Apakah dewasa ketika kita harus diam saat ada orang yang menyakiti kita? Apakah dewasa kalau kita selalu mengalah? Memang sangat sulit mengartikan kata dewasa itu...

Namun, ketika aku melihat sekelilingku dan banyak berinteraksi dengan orang-orang baru di dunia kerja, aku sadar, kalau aku tidak seburuk itu. Selalu sibuk mencari alasan atas kesalahan yang dia lakukan, tanpa berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dalam dirinya sendiri, menurutku itu tidak dewasa. Ada juga yang tidak pernah bisa menerima kritik dari rekannya meskipun itu untuk kebaikannya, apa namanya ini kalau tidak dewasa?

Orang yang tidak bisa membedakan sikap dan perilaku berdasarkan timing dan kedudukan, bahasa lainnya tata krama, itu juga childish. Lebih parah lagi, kalau dia selalu ngambek ketika ada yang berbicara "sedikit" menyinggung meskipun itu untuk kebaikannya. 

Jadi intinya adalah, harus lebih bersyukur atas apa yang ada di diri kita. Berusaha menjadi orang yang lebih dewasa untuk kebaikan kita boleh, tapi jangan sampai kita melupakan jati diri kita. Dewasa tidak selalu sempurna kok, terkadang, kita butuh ke childish-an kita untuk membuat hidup kita jadi lebih berwarna, karena kalau terlalu dewasa, dunia kita akan menjadi abu-abu.


Sunday, May 11, 2014

It's me, Now...

You'll realize how precious the bad experiences are after you become a better person. Without those bad experiences, you won't be able to feel the pain, the bitter, and the hardness of life.

I don't know what should I do. I just get blind and can't think clearly for now. I've experienced a problem which is bigger than this, but why I feel so weak...? I just tried to wake up and rearranged my life again, and now, I'm down. 

The pain that I feel, can't be compared with my pain before, but why it's so hard for me to get rid of it...? I can't breathe, I'm not confident with my self, am I able to be a strong woman again...? I just try my best to be happy, but why it's so hard to do...?

I'll close the door forever, and I won't reopen it anymore, because every time I open my door, it's just like I kill my self. I just realize, If I don't want to be this weak, I just need to close my door firmly, and lock it with a very strong padlock, and then I'll demolish the key.


Tuesday, March 11, 2014

Emotions (I)

Tidak semua kebahagiaan menurut kita itu bisa kita paksakan. Terkadang, kita harus bisa menerima setiap kondisi yang ada di sekitar kita. Memaksakan kehendak kita pada keadaan akan semakin membuat kita menjadi orang yang tidak tahu bersyukur. Memang berat pada awalnya, namun jika kita sudah terbiasa melakukannya, sedikit demi sedikit kita akan menjadi makhluk yang tahu diri dan pandai berterima kasih kepada Tuhan.

Memang semua itu adalah teori yang mudah dibaca namun sulit untuk dipraktekkan. Tapi bukankah tidak ada alasan bagi kita untuk takut mencobanya? Kebanyakan dari kita lebih sering melihat dan pasrah, tanpa ada upaya untuk mewujudkan keikhlasan yang sebenarnya. Mulai dari hati kita mau menerima hal yang tidak kita inginkan tapi harus terjadi, itu adalah awal bagi kita untuk belajar ilmu ikhlas.

Namun, ada kalanya kita berhati-hati akan apa yang namanya menerima keadaan. Kalau memang kita memiliki kesempatan untuk mengubah keadaan yang tidak kita sukai, mengapa kita tidak mencobanya? Jangan sampai menjadi orang yang "terlalu" pasrah, karena itu hanya akan menjadikan kita mayat hidup yang akan selalu menerima apa saja perlakuan orang, tanpa kata "tidak".

by : Dipti

Menolak keadaan memang buruk, tapi merubahnya bukanlah hal yang harus kita hindari. Bersabar, ikhlas, berjuang, dan berdo'a. Semoga kita semua bisa melakukan itu semua.

Friday, January 10, 2014

Allah, Tempat Curhat Terbaik

Masih saja belajar untuk bisa ikhlas, ikhlas itu sangat sulit ya ternyata? Kita harus bisa menahan ego kita untuk marah, harus bersabar dengan kondisi apapun, lebih sabar terhadap siapapun, dan yang terpenting jangan pernah mengeluh, karena mengeluh merupakan salah satu indikasi kalau kita tidak ikhlas.

Sungguh malu kalau ingat berapa banyak kata keluhan yang aku ucapkan setiap harinya, protes dengan segala keadaan yang ada, dan selalu menuntut keadilan padahal apa yang terjadi pada kita adalah keadilan sejati dari Sang Maha Adil.

Bahkan ketika aku sudah merasa benar dan berontak pada orang sekitarku, itu sudah jadi indikasi kalau aku gagal untuk ikhlas. Aku masih belum bisa ikhlas menerima segala situasi. Bahkan lebih parah, bisa jadi aku sudah berlaku sombong!

Namun aku masih bersyukur, karena aku masih memiliki tempat curahan hati teraman dan ternyaman di dunia. Dengan hanya bangun di sepertiga malam, mengambil air wudlu, dan bersimpuh di hadapan Sang Maha Kuasa, Insyaallah hati kita akan tenang.

Bukan hanya tempat curhat, Allah juga akan membantu kita untuk menjaga hati, mengajari kita untuk selalu ikhlas, dan selalu ada untuk kita. Terima kasih Ya Allah...