Monday, December 9, 2013

Give Up or Wake Up ?

Salah satu masa yang paling surem itu waktu kita udah berusaha semaksimal mungkin (maksimal versi kita) untuk mencapai sesuatu, tapi ternyata hasilnya belum juga keliatan. Padahal udah lamaaaa banget kita ngusahain buat hal itu.

Dalam kondisi itu, kita pasti akan dihadepin sama pilihan nyerah atau terus lanjut sampai kita bener-bener yakin kalau kita udah ada di akhir perjuangan (ceilee). Di sinilah kedewasaan kita diuji. Gimana cara kita untuk mengambil sikap, berpegang teguh dengan sikap yang kita ambil, serta keberanian untuk menanggung segala resiko dari keputusan yang akan kita buat. Dan semua itu gak gampang.

Satu demi satu keraguan bakal muncul di pikiran dan hati kita. Keraguan itu gak hanya ditimbulin dari diri kita sendiri, tapi dari orang lain juga bisa. Tergantung kita nyikapinnya gimana. Dan jujur, sampai sekarang aku masih sampai pada titik keraguan ini. 

Ketika aku udah mutusin buat nyerah, selalu adaaaa aja hal yang bikin aku berpikir dua kali untuk ngambil keputusan ini. Tapi ketika semangatku udah bangkit, rasa jenuh dan muak bikin pengen nyerah dan ambil jalan kebahagiaan lain. What should I do?!!

Sejauh ini, hal paling mujarab untuk menjaga semangatku adalah curhat sama Allah. Bukannya mau sok agamis atau apa, tapi emang curhat sama Allah bisa nenangin diri lhow. Bangun di sepertiga malam, ambil wudlu, sholat tahajud, minta petunjuk sama Allah, dan Allah itu Maha Pemberi Petunjuk! Dijamin hati bakalan tentram dan damai. :-)

Give Up or Wake Up? Nyerah atau bangun dan melangkah lagi untuk apa yang aku perjuangkan. Secepat mungkin aku harus ambil langkah biar ntar kalau seandainya sakit hati, bisa lebih gampang nyembuhinnya. :-)

Terkadang nyerah itu bukan hal yang buruk kok. Kalau emang nyerah bisa bikin kita lebih happy, why not? Tapi dengan syarat, habis nyerah kita bangkit lagi buat ngelanjutin hidup kita. Because for me, life is not about on choice. Apa emang harus nyerah ya?


Wednesday, December 4, 2013

Mirror

Mencintai diri sendiri itu merupakan suatu keharusan bagi kita sebagai manusia. Kenapa? Karena kalau kita masih belum bisa mencintai diri kita sendiri, kita tidak akan bisa memaksa orang lain untuk mencintai kita.


by : dipu

Tuesday, November 26, 2013

It is ME

Ketika kita sudah terbiasa menghadapi masalah yang sangat sulit, maka kita tidak akan pernah mengenal kata menyerah. Hal ini bisa aku ungkapkan karena aku sudah mengalaminya. Mungkin masih banyak orang yang memiliki masalah yang lebih besar dari masalahku, tapi bagiku, masalah terbesar yang telah aku lalui sudah berakhir dan hingga sekarang, tidak ada lagi masalah seperti itu lagi.

Memang tidak mudah untuk bisa bangkit dari keterpurukan, tapi kita tidak punya pilihan lain selain merangkak ke arah cahaya, dan mulai belajar untuk berjalan dengan tegap. Memang kaki akan terasa ngilu dan sakit. Tapi hal ini lebih baik daripada kita hanya terdiam dan meratapi nasib. Nothing to lose.

Ketika aku sedang berjuang, dan aku merasa apa yang aku perjuangkan akan berakhir dengan sia-sia, maka hal pertama yang akan aku lakukan adalah meletakkan segala harapanku, bersiap untuk rasa sakit, dan menyerah. Hal yang tidak pantas untuk diperjuangkan tidak perlu kita kejar dengan sekuat tenaga. Kalau bisa memilih, aku akan lebih memilih diam dan menjalani kehidupan dengan tenang daripada mengejar ketidakpastian.

"Aku bukanlah dzat lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan berpikir hanya karena aku bersandar kepadamu akhir-akhir ini, lalu kau sudah bisa memperlakukanku seenaknya. Jangan salah, bila kau sudah mengusik egoku, maka keberadaanmu bisa aku lenyapkan dengan sekejap dari kehidupanku".

by : dipu

Sunday, November 24, 2013

24 Years Old, Do'a ku

Gak kerasa usiaku sudah menginjak 24 tahun, hampir 1/4 abad (berasa tua) niiiih... Banyak sekali hal yang terjadi di tahun-tahun kemarin. Semoga semua hal itu bisa mendewasakanku. :-)

Sebagai manusia, aku pasti memiliki harapan. Sudah banyak harapan yang telah aku wujudkan, tapi lebih banyak lagi harapan yang belum jadi kenyataan, sifat dasar manusia, "tidak akan pernah merasa puas"

Untuk penutup di hari bahagiaku ini, ada do'a yang ingin aku panjatkan.


Ya Allah,
Terima kasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan
Tanpa-Mu, aku bukanlah siapa-siapa
Engkau yang selalu mengerti semua hal yang baik untukku
Membimbingku dengan berbagai cara-Mu yang unik
Aku sungguh bersyukur atas segalanya

Hamba mohon,
Tetaplah beri petunjuk atas segala langkah yang ingin hamba ambil
Mampukanlah hamba agar bisa membahagiakan orang-orang yang hamba sayangi
Terangilah jalan hamba, agar selalu lurus di garismu
Karena Engkau adalah Maha Pemberi Petunjuk

Amiin...
 


Sunday, July 7, 2013

King's Park

by : dipti
Welcome to the King's Park... This is my second time for visiting this super large park. But, for my first time, I just walked by and go home...

Thank you to Rosemary, she invited me to spend my happy weekend and visit this park. If you see the picture above, that monument just like an icon of King's Park, it's the monument to remember the victims and heroes of World War II.

We can see all part of Perth City from the "veranda" of King's Park. And don't forget, picture must to take...
by : dipti

by : dipti
Only one word to describe King's Park (only for me :-p ), it's "Green". You won't miss any green color in this park. The grass, the trees, the flowers, all of them is very beautiful. I don't want to miss any part of this beautiful creature...
by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti
Kangaroo Flower, by : dipti

I have to cross the bridge to walk around the King's Park. You can see your under view from this bridge. A little bit scary, because the bridge is pretty high, but I really enjoy it.
Entering bridge, by : dipti

by dipti
On the highest top of the long bridge in King's Park, we can take the picture with a beautiful view as a background. Swan River and Perth City become one, and it's pretty. 
by : dipti
To remember the woman's warrior in World War II, the government of Perth build this remembering monument for them. Not only man can fight, but woman also, but in their own way... :-) 

by : dipti

by : dipti

by : dipti
 Feeling satisfied with King's Park, now is time for the next destination. Whitement Park. The closing pictures for you... :-)

by : dipti

by : dipti

Saturday, July 6, 2013

Happy Weekend...

Akhirnya weekend datang jugaaa...! Aku udah nungguin weekend ini soalnya. Weekend kemarin aku g bisa jalan-jalan soalnya harus kerja (kejar setoran buat kantor chuy... hehe). Awalnya bingung juga sih mau jalan kemana, soalnya agak ragu mau jalan sendirian. Belum familiar sama daerah sini. Akhirnya diputuskan buat jalan ke tempat terdekat dari hotelku, Swan River... ^_^

by : dipti
Swan river tu sungai besar yang ngebelah kota Perth jadi dua, Western Perth sama Eastern Perth. Aku tinggal di bagian Western Perth. Sebenernya cukup jalan kaki selama 5 menit aja buat sampai di Swan River, tapi aku pengen jalan-jalan. Jadi muter-muter dulu di Perth City.

Di deket Swan River, ada danau yang cantiiiik banget. Namanya Danau Vasto. 

by : dipti
 Di danau ini banyak banget bebek sama seagull yang berenang dengan bebasnya. Lucu deh liat mereka. Gak ketinggalan pula, burung-burung cantik beraneka warna juga terbang kesana kemari.

by : dipti
by : dipti
 Di sini aku ketemu sama kakek yang ramaaah banget. Dia mau lhow motoin aku di Lake Vasto... hehehehe..
by : dipti
Di Lake Vasto ada monumen buat mengenang para transmigran yang pertama kali dateng ke Perth. 

by : dipti

Uniknya, buat mbangun monumen itu, para warga kota iuran trus ntar nama keluarga mereka bakal diabadikan di monumen itu. Bukan cuma di monumen, ada juga yang nyumbang bangku taman, trus nama keluarga mereka diabaikan juga di tiap bangku yang mereka sumbang. Bisa juga nih dicontoh sama Indonesia, jadi pemerintah gak perlu keluar uang banyak buat nyiapin bangku taman. Kan di Indonesia banyak banget tuh orang-orang kaya. Masak nyumbang bangku taman satu aja gak mampu? hehehehe....

by : dipti

Puas sama Lake Vasto, tinggal nyebrang jalan doang buat nyampek di Swan River. 

by : dipti

Cantiiiik banget. Di sini juga numpang fotoin sama orang lagi. hehehe... (derita traveling sendirian). Yang tak mintain tolong buat foto ganteng lagi... hehehehe... :-D

by : dipti
Kebanyakan foto-foto di Lake Vasto and Swan River, battery kameraku jadi habis. Harus pulang dulu deh buat nge-charge battery, sekalian makan siang.

Battery kamera sama perut udah keisi penuh, jam 3 sore aku udah siap buat ngelanjutin petualangan di Perth City. Kali ini Victoria Garden yang aku tuju. Taman ini deket sebelahan sama gedung DPRD-nya Perth. hihihi... Here the pictures...

by : dipti
by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti
Jalan-jalan tanpa bawa oleh-oleh itu gak afdol lhow... Makanya shopping dulu di sebelahnya Bell Tower. Belanja buat keluarga dan teman tercinta... ;-)
by : dipti

by  : dipti

by : dipti
Mampir ke Bell Tower bentar. Karena udah tutup, cuma bisa foto dari luar aja... T_T But, next time I'll go inside, for sure...
by : dipti

by : dipti

Akhir dari petualangan hari ini... Ke Dermaga Western Perth to take the last picture. Happy time all...
by : dipti


Friday, July 5, 2013

Perth is A Bird City...?

Perth adalah kota yang minim polusi. Hal ini kebukti sama banyaknya burung yang lalu lalang di jalanan kota Perth. Mereka bisa terbang bebas di jalanan yang penuh kendaraan bermotor sekalipun.

Tapiii... kadang mereka suka ngegangguin pejalan kaki. Soalnya mereka sering banget nongkrong di pohon-pohon pinggir jalan. Trus mereka pup deh di situ. bisa2 pup-nya itu jatuh di pejalan kakinya. Hehehe... Jadi, harus hati-hati kalau jalan di sini..

Selain suka pup sembarangan, burung-burung itu juga terbilang berisik. kebanyakan burung gagak sih... Jadi kadang malem-malem kedenger burung gagak yang berkicau, jadi agak serem deh... hihihi...

Hari ini, pas lagi nunggu bus buat pulang, ada burung gagak yang nongkrong di lampu jalan. Lamaaa banget dia nongkrong di situ. Kayak tanpa beban nongkrong di situ... hehehehe....

by : dipti


Wednesday, July 3, 2013

Belajar Nyuci Sendiri

Emang sih, udah disediain fasilitas laundry, tapi ada hal lain yang bikin aku tertarik buat nyuci pakaianku sendiri. 

Di tempat tinggalku, ada yang namanya "Special Guest Laundry". Di sini, para tamu bisa nyuci pakaian mereka sendiri. Biayanya juga gak semahal laundry dari hotel, cuma butuh empat koin bernilai 1 AUD.

by : dipti
Kayak di film-film (itu menurutku). Awalnya agak ragu juga sih nyuci pakai mesin ini, tapi penasaran banget gimana cara kerjanya. Akhirnya nekat deh nyuci pakai nih mesin. Dan hasilnya sama sekali gak mengecewakan. Caranya juga gampang banget. Cukup masukin deterjen, cucian kotor, trus taruh tiga koin 1 AUD di tempatnya, trus proses, udah deh. Mesin bakalan kerja sendiri dari mulai nyuci sampai bilas. Kita tinggal terima bersih. ^_^

Gak ada tempat buat njemur pakaian? Don't worry and be happy! Ada mesin drier-nya juga. Yang satu ini lebih murah lagi, cuma 1 AUD. cara kerjanya juga sama. Cukup taruh semua pakaian yang mau dikeringin di dalem mesin, tutup pintunya, taruh koin di tempatnya, trus jalankan mesin. Udah deh, dengan sendirinya, pakaian akan jadi kering tanpa kena sinar matahari

Ternyata enak nyuci pakai mesin ini. Next time bisa coba lagi. Murah meriah cuy...

My Lovely Room

Gak kerasa udah seminggu ini aku ada di Perth. Semuanya kerasa cepet banget. Selama di Perth, aku tinggal di Goodearth Hotel, hotel yang semi apartment. Di hotel ini, gak boleh ada yang ngerokok. Kalau sampai ketahuan ada tamu yang ngerokok, bakalan kena denda 150 AUD trus bakalan di-kick dari hotel ini. 

Bukan hotel bintang 5 yang mewah, tapi hotel ini bakalan bikin kamu kayak di rumah sendiri. Pelayanan yang ramah, kondisi hotel yang bersahabat, trus memungkinkan kamu buat masak makanan kamu sendiri. That's what I want. Why? Soalnya aku muslimah dan harus makan makanan halal. As a western country, jarang banget restaurant halal di sini. Alhasil, aku harus masak sendiri "makanan halal"ku. ^_^

617, nomor cantik ini adalah nomor kamarku. Kenapa aku bilang cantik, soalnya 6+1=7. Hihihi... terlalu mengada-ada. Tapi bener kaaan...? Here is my room...
 
by : dipti
Pertama kali buka pintu, bakalan disambut sama lemari kaca and pintu kamar mandi...

by : dipti
And you know, what's the inside of my room...?

by : dipti

TV yang selalu nemenin aku waktu aku bosen, trus meja kerja kecil yang biasa aku pakek buat nulis blogku.

Mini sofa ini tempat favorite-ku. Soalnya selain bisa buat duduk-duduk, sofa ini juga bisa buat rebahan. ^_^

by : dipti
Sebelah kiri sofa pas, ada dinning table kecil sama kitchen, tempat aku masak makananku sehari-hari. Kompor listrik, kulkas, microwave, sama peralatan makan udah tersedia in my mini kitchen. I love it...

by : dipti
Kalau cuaca lagi dingiiin banget, bawaannya pasti pengen tidur di kasur yang empuk sama pakai selimut yang tebel. Hihihi... My bed is really warm (soalnya deket AC). FYI, AC di sini beda sama di Indonesia. AC di sini bisa panas and dingin. Here it is, my lovely bed...

by : dipti
Kamar mandi yang nyaman juga gak ketinggalan... ^_^

by : dipti
Gak ketinggalan pula mini balkon yang pass banget view-nya. Dari balkonku, aku bisa lihat keindahan Swan River yang biru dan membelah Kota Perth sampai di lautan....

by : dipti
Kamarku bukan kamar yang mewah dan besar. But this room make me feel comfortable. I like it.