Saturday, May 23, 2020

I am back (AGAIN)

Wow... wow... wow...
Ini apa? Karena iseng buka akun instagram lama, jadi nemu halaman blogspot yang sudah tahunan gak pernah dibuka...
Sudah hampir lupa, kalau aku suka nulis... hahahaha...
Dulu waktu kecil, emang cita-cita jadi penulis gitu... Entah sejak kapan, aku lupa cita-citaku...

Blog ini memang sepi pengunjung, tapi di sini, aku bisa menjadi diriku sendiri, dengan tulisan-tulisanku yang aneh dan kadang gak nyambung... hahahahaha...

Let's see, berapa lama keinginan menulisku kali ini bertahan. By the way, ada beberapa postinganku yang aku private yaa... karena malu sama umur, liat tulisan galau... hahaha...

Welcome back, Diptia..!! Enjoy the time and post more...!!

Saturday, April 9, 2016

Ayah?

Sangat lama sekali kata ini tidak saya ucapkan. Sepertinya saya sudah lupa bagaimana rasanya memanggil seorang Ayah. Sakit, tapi ini adalah kehidupan yang harus saya syukuri.

Ingatan terakhir saya tentang sosok seorang Ayah adalah ketika saya masih di bangku sekolah dasar. Sudah lama sekali memang, tapi saya ingin, sosok inilah yang saya ingat jika saya memanggil Ayah. Saya tidak ingin merusak makna kata seorang Ayah dengan kejadian yang bisa menurunkan nilai kata sakral ini.

Ayah ketika saya kecil, beliau orang yang hangat, selalu mengajarkan saya untuk tidak takut menyampaikan hal yang ada di pikiran saya, tapi harus disampaikan dengan cara yang santun. Menyerah adalah kata yang beliau larang dalam kehidupan saya.

Masih teringat jelas dalam ingatan saya, ketika beliau menemani saya mengambil air wudlu untuk melaksanakan sholat Tahajud pertama saya. Ketika saya menjadi juara di suatu kompetisi, beliau adalah orang pertama yang memeluk saya dan mengatakan bahwa saya adalah siswa terbaik di matanya.

Dengan profesinya sebagai dokter hewan, sangat sering beliau mengajak saya berkeliling desa untuk mengobati sapi-sapi penduduk yang sedang sakit atau melahirkan, dan pada saat itu, menurut saya, beliau adalah laki-laki paling hebat di dunia.

Meskipun kebahagiaan ini sudah terjadi sangat lama, tapi saya akan selalu mengingatnya. Meskipun beliau telah menyakiti dan merusak makna kata Ayah dalam diri saya, tapi saya tetap akan mengingat kenangan masa kecil saya tentang sosok Ayah yang seharusnya. Beliau tetap Ayah saya, meskipun saya harus menunda untuk membahagiakan beliau karena saya masih memiliki kewajiban lain yang harus saya lakukan, membahagiakan mama dan adik saya karena Ayah saya sudah tidak bisa melakukannya lagi.

Meskipun beliau melupakan saya, mama, dan adik saya, beliau tetap Ayah saya. Hanya saja sekarang, beliau lebih memilih untuk berbahagia dengan orang lain, keluarga lain. Saya tidak bisa menjaga atau membahagiakannya, tapi saya berharap, keluarganya yang baru bisa.

Saya akan berusaha untuk tidak menangis karena sedih lagi setiap ada teman saya menceritakan betapa hebatnya Ayah mereka, karena saya juga pernah memiliki Ayah yang hebat.

Saya yakin, Allah punya rencana yang luar biasa istimewa untuk saya kelak. Saya sudah sangat bersyukur karena memiliki Ibu dan Adik yang sangat menyayangi saya, dan saya juga sangat menyayangi mereka.

Saya berharap, senyum di wajah saya tidak akan pernah hilang, karena senyum ini adalah tanda syukur saya kepada Allah, Amiin...


Tuesday, February 23, 2016

Everyone = Special

Everyone is special, just be you because you are special. If someone try to make you not special and let you down, don't hate them. Just let it be and give them a smile. Don't be affected with them. They did it because they don't know you very well. Just think that they are a lost people in the jungle of your life, and they are trying to find a map and way to find the real you. 

We can't force them to understand you fully. Just let them talk, and the more they talk, the more they want to know you, and the more they find something new about you. Keep them sink in your kindness, embrace them with your love, until they open their heart.



Monday, June 9, 2014

Mature = Dewasa

Selama ini, aku selalu merasa bahwa aku adalah orang yang paling tidak dewasa dari semua teman-temanku. Terlalu sensitif seperti anak kecil yang akan menangis kalau mendengar sedikit bentakan dari orang sekitarnya. How pathetic I am...

Terkadang aku berpikir, sebenarnya apa sih arti dewasa itu? Apakah dewasa berarti kita bisa menahan tangis ketika kita sedih? Apakah dewasa ketika kita harus diam saat ada orang yang menyakiti kita? Apakah dewasa kalau kita selalu mengalah? Memang sangat sulit mengartikan kata dewasa itu...

Namun, ketika aku melihat sekelilingku dan banyak berinteraksi dengan orang-orang baru di dunia kerja, aku sadar, kalau aku tidak seburuk itu. Selalu sibuk mencari alasan atas kesalahan yang dia lakukan, tanpa berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dalam dirinya sendiri, menurutku itu tidak dewasa. Ada juga yang tidak pernah bisa menerima kritik dari rekannya meskipun itu untuk kebaikannya, apa namanya ini kalau tidak dewasa?

Orang yang tidak bisa membedakan sikap dan perilaku berdasarkan timing dan kedudukan, bahasa lainnya tata krama, itu juga childish. Lebih parah lagi, kalau dia selalu ngambek ketika ada yang berbicara "sedikit" menyinggung meskipun itu untuk kebaikannya. 

Jadi intinya adalah, harus lebih bersyukur atas apa yang ada di diri kita. Berusaha menjadi orang yang lebih dewasa untuk kebaikan kita boleh, tapi jangan sampai kita melupakan jati diri kita. Dewasa tidak selalu sempurna kok, terkadang, kita butuh ke childish-an kita untuk membuat hidup kita jadi lebih berwarna, karena kalau terlalu dewasa, dunia kita akan menjadi abu-abu.


Sunday, May 11, 2014

It's me, Now...

You'll realize how precious the bad experiences are after you become a better person. Without those bad experiences, you won't be able to feel the pain, the bitter, and the hardness of life.

I don't know what should I do. I just get blind and can't think clearly for now. I've experienced a problem which is bigger than this, but why I feel so weak...? I just tried to wake up and rearranged my life again, and now, I'm down. 

The pain that I feel, can't be compared with my pain before, but why it's so hard for me to get rid of it...? I can't breathe, I'm not confident with my self, am I able to be a strong woman again...? I just try my best to be happy, but why it's so hard to do...?

I'll close the door forever, and I won't reopen it anymore, because every time I open my door, it's just like I kill my self. I just realize, If I don't want to be this weak, I just need to close my door firmly, and lock it with a very strong padlock, and then I'll demolish the key.


Tuesday, March 11, 2014

Emotions (I)

Tidak semua kebahagiaan menurut kita itu bisa kita paksakan. Terkadang, kita harus bisa menerima setiap kondisi yang ada di sekitar kita. Memaksakan kehendak kita pada keadaan akan semakin membuat kita menjadi orang yang tidak tahu bersyukur. Memang berat pada awalnya, namun jika kita sudah terbiasa melakukannya, sedikit demi sedikit kita akan menjadi makhluk yang tahu diri dan pandai berterima kasih kepada Tuhan.

Memang semua itu adalah teori yang mudah dibaca namun sulit untuk dipraktekkan. Tapi bukankah tidak ada alasan bagi kita untuk takut mencobanya? Kebanyakan dari kita lebih sering melihat dan pasrah, tanpa ada upaya untuk mewujudkan keikhlasan yang sebenarnya. Mulai dari hati kita mau menerima hal yang tidak kita inginkan tapi harus terjadi, itu adalah awal bagi kita untuk belajar ilmu ikhlas.

Namun, ada kalanya kita berhati-hati akan apa yang namanya menerima keadaan. Kalau memang kita memiliki kesempatan untuk mengubah keadaan yang tidak kita sukai, mengapa kita tidak mencobanya? Jangan sampai menjadi orang yang "terlalu" pasrah, karena itu hanya akan menjadikan kita mayat hidup yang akan selalu menerima apa saja perlakuan orang, tanpa kata "tidak".

by : Dipti

Menolak keadaan memang buruk, tapi merubahnya bukanlah hal yang harus kita hindari. Bersabar, ikhlas, berjuang, dan berdo'a. Semoga kita semua bisa melakukan itu semua.

Friday, January 10, 2014

Allah, Tempat Curhat Terbaik

Masih saja belajar untuk bisa ikhlas, ikhlas itu sangat sulit ya ternyata? Kita harus bisa menahan ego kita untuk marah, harus bersabar dengan kondisi apapun, lebih sabar terhadap siapapun, dan yang terpenting jangan pernah mengeluh, karena mengeluh merupakan salah satu indikasi kalau kita tidak ikhlas.

Sungguh malu kalau ingat berapa banyak kata keluhan yang aku ucapkan setiap harinya, protes dengan segala keadaan yang ada, dan selalu menuntut keadilan padahal apa yang terjadi pada kita adalah keadilan sejati dari Sang Maha Adil.

Bahkan ketika aku sudah merasa benar dan berontak pada orang sekitarku, itu sudah jadi indikasi kalau aku gagal untuk ikhlas. Aku masih belum bisa ikhlas menerima segala situasi. Bahkan lebih parah, bisa jadi aku sudah berlaku sombong!

Namun aku masih bersyukur, karena aku masih memiliki tempat curahan hati teraman dan ternyaman di dunia. Dengan hanya bangun di sepertiga malam, mengambil air wudlu, dan bersimpuh di hadapan Sang Maha Kuasa, Insyaallah hati kita akan tenang.

Bukan hanya tempat curhat, Allah juga akan membantu kita untuk menjaga hati, mengajari kita untuk selalu ikhlas, dan selalu ada untuk kita. Terima kasih Ya Allah...

Monday, December 9, 2013

Give Up or Wake Up ?

Salah satu masa yang paling surem itu waktu kita udah berusaha semaksimal mungkin (maksimal versi kita) untuk mencapai sesuatu, tapi ternyata hasilnya belum juga keliatan. Padahal udah lamaaaa banget kita ngusahain buat hal itu.

Dalam kondisi itu, kita pasti akan dihadepin sama pilihan nyerah atau terus lanjut sampai kita bener-bener yakin kalau kita udah ada di akhir perjuangan (ceilee). Di sinilah kedewasaan kita diuji. Gimana cara kita untuk mengambil sikap, berpegang teguh dengan sikap yang kita ambil, serta keberanian untuk menanggung segala resiko dari keputusan yang akan kita buat. Dan semua itu gak gampang.

Satu demi satu keraguan bakal muncul di pikiran dan hati kita. Keraguan itu gak hanya ditimbulin dari diri kita sendiri, tapi dari orang lain juga bisa. Tergantung kita nyikapinnya gimana. Dan jujur, sampai sekarang aku masih sampai pada titik keraguan ini. 

Ketika aku udah mutusin buat nyerah, selalu adaaaa aja hal yang bikin aku berpikir dua kali untuk ngambil keputusan ini. Tapi ketika semangatku udah bangkit, rasa jenuh dan muak bikin pengen nyerah dan ambil jalan kebahagiaan lain. What should I do?!!

Sejauh ini, hal paling mujarab untuk menjaga semangatku adalah curhat sama Allah. Bukannya mau sok agamis atau apa, tapi emang curhat sama Allah bisa nenangin diri lhow. Bangun di sepertiga malam, ambil wudlu, sholat tahajud, minta petunjuk sama Allah, dan Allah itu Maha Pemberi Petunjuk! Dijamin hati bakalan tentram dan damai. :-)

Give Up or Wake Up? Nyerah atau bangun dan melangkah lagi untuk apa yang aku perjuangkan. Secepat mungkin aku harus ambil langkah biar ntar kalau seandainya sakit hati, bisa lebih gampang nyembuhinnya. :-)

Terkadang nyerah itu bukan hal yang buruk kok. Kalau emang nyerah bisa bikin kita lebih happy, why not? Tapi dengan syarat, habis nyerah kita bangkit lagi buat ngelanjutin hidup kita. Because for me, life is not about on choice. Apa emang harus nyerah ya?


Wednesday, December 4, 2013

Mirror

Mencintai diri sendiri itu merupakan suatu keharusan bagi kita sebagai manusia. Kenapa? Karena kalau kita masih belum bisa mencintai diri kita sendiri, kita tidak akan bisa memaksa orang lain untuk mencintai kita.


by : dipu

Tuesday, November 26, 2013

It is ME

Ketika kita sudah terbiasa menghadapi masalah yang sangat sulit, maka kita tidak akan pernah mengenal kata menyerah. Hal ini bisa aku ungkapkan karena aku sudah mengalaminya. Mungkin masih banyak orang yang memiliki masalah yang lebih besar dari masalahku, tapi bagiku, masalah terbesar yang telah aku lalui sudah berakhir dan hingga sekarang, tidak ada lagi masalah seperti itu lagi.

Memang tidak mudah untuk bisa bangkit dari keterpurukan, tapi kita tidak punya pilihan lain selain merangkak ke arah cahaya, dan mulai belajar untuk berjalan dengan tegap. Memang kaki akan terasa ngilu dan sakit. Tapi hal ini lebih baik daripada kita hanya terdiam dan meratapi nasib. Nothing to lose.

Ketika aku sedang berjuang, dan aku merasa apa yang aku perjuangkan akan berakhir dengan sia-sia, maka hal pertama yang akan aku lakukan adalah meletakkan segala harapanku, bersiap untuk rasa sakit, dan menyerah. Hal yang tidak pantas untuk diperjuangkan tidak perlu kita kejar dengan sekuat tenaga. Kalau bisa memilih, aku akan lebih memilih diam dan menjalani kehidupan dengan tenang daripada mengejar ketidakpastian.

"Aku bukanlah dzat lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan berpikir hanya karena aku bersandar kepadamu akhir-akhir ini, lalu kau sudah bisa memperlakukanku seenaknya. Jangan salah, bila kau sudah mengusik egoku, maka keberadaanmu bisa aku lenyapkan dengan sekejap dari kehidupanku".

by : dipu

Sunday, November 24, 2013

24 Years Old, Do'a ku

Gak kerasa usiaku sudah menginjak 24 tahun, hampir 1/4 abad (berasa tua) niiiih... Banyak sekali hal yang terjadi di tahun-tahun kemarin. Semoga semua hal itu bisa mendewasakanku. :-)

Sebagai manusia, aku pasti memiliki harapan. Sudah banyak harapan yang telah aku wujudkan, tapi lebih banyak lagi harapan yang belum jadi kenyataan, sifat dasar manusia, "tidak akan pernah merasa puas"

Untuk penutup di hari bahagiaku ini, ada do'a yang ingin aku panjatkan.


Ya Allah,
Terima kasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan
Tanpa-Mu, aku bukanlah siapa-siapa
Engkau yang selalu mengerti semua hal yang baik untukku
Membimbingku dengan berbagai cara-Mu yang unik
Aku sungguh bersyukur atas segalanya

Hamba mohon,
Tetaplah beri petunjuk atas segala langkah yang ingin hamba ambil
Mampukanlah hamba agar bisa membahagiakan orang-orang yang hamba sayangi
Terangilah jalan hamba, agar selalu lurus di garismu
Karena Engkau adalah Maha Pemberi Petunjuk

Amiin...
 


Sunday, July 7, 2013

King's Park

by : dipti
Welcome to the King's Park... This is my second time for visiting this super large park. But, for my first time, I just walked by and go home...

Thank you to Rosemary, she invited me to spend my happy weekend and visit this park. If you see the picture above, that monument just like an icon of King's Park, it's the monument to remember the victims and heroes of World War II.

We can see all part of Perth City from the "veranda" of King's Park. And don't forget, picture must to take...
by : dipti

by : dipti
Only one word to describe King's Park (only for me :-p ), it's "Green". You won't miss any green color in this park. The grass, the trees, the flowers, all of them is very beautiful. I don't want to miss any part of this beautiful creature...
by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti
Kangaroo Flower, by : dipti

I have to cross the bridge to walk around the King's Park. You can see your under view from this bridge. A little bit scary, because the bridge is pretty high, but I really enjoy it.
Entering bridge, by : dipti

by dipti
On the highest top of the long bridge in King's Park, we can take the picture with a beautiful view as a background. Swan River and Perth City become one, and it's pretty. 
by : dipti
To remember the woman's warrior in World War II, the government of Perth build this remembering monument for them. Not only man can fight, but woman also, but in their own way... :-) 

by : dipti

by : dipti

by : dipti
 Feeling satisfied with King's Park, now is time for the next destination. Whitement Park. The closing pictures for you... :-)

by : dipti

by : dipti

Saturday, July 6, 2013

Happy Weekend...

Akhirnya weekend datang jugaaa...! Aku udah nungguin weekend ini soalnya. Weekend kemarin aku g bisa jalan-jalan soalnya harus kerja (kejar setoran buat kantor chuy... hehe). Awalnya bingung juga sih mau jalan kemana, soalnya agak ragu mau jalan sendirian. Belum familiar sama daerah sini. Akhirnya diputuskan buat jalan ke tempat terdekat dari hotelku, Swan River... ^_^

by : dipti
Swan river tu sungai besar yang ngebelah kota Perth jadi dua, Western Perth sama Eastern Perth. Aku tinggal di bagian Western Perth. Sebenernya cukup jalan kaki selama 5 menit aja buat sampai di Swan River, tapi aku pengen jalan-jalan. Jadi muter-muter dulu di Perth City.

Di deket Swan River, ada danau yang cantiiiik banget. Namanya Danau Vasto. 

by : dipti
 Di danau ini banyak banget bebek sama seagull yang berenang dengan bebasnya. Lucu deh liat mereka. Gak ketinggalan pula, burung-burung cantik beraneka warna juga terbang kesana kemari.

by : dipti
by : dipti
 Di sini aku ketemu sama kakek yang ramaaah banget. Dia mau lhow motoin aku di Lake Vasto... hehehehe..
by : dipti
Di Lake Vasto ada monumen buat mengenang para transmigran yang pertama kali dateng ke Perth. 

by : dipti

Uniknya, buat mbangun monumen itu, para warga kota iuran trus ntar nama keluarga mereka bakal diabadikan di monumen itu. Bukan cuma di monumen, ada juga yang nyumbang bangku taman, trus nama keluarga mereka diabaikan juga di tiap bangku yang mereka sumbang. Bisa juga nih dicontoh sama Indonesia, jadi pemerintah gak perlu keluar uang banyak buat nyiapin bangku taman. Kan di Indonesia banyak banget tuh orang-orang kaya. Masak nyumbang bangku taman satu aja gak mampu? hehehehe....

by : dipti

Puas sama Lake Vasto, tinggal nyebrang jalan doang buat nyampek di Swan River. 

by : dipti

Cantiiiik banget. Di sini juga numpang fotoin sama orang lagi. hehehe... (derita traveling sendirian). Yang tak mintain tolong buat foto ganteng lagi... hehehehe... :-D

by : dipti
Kebanyakan foto-foto di Lake Vasto and Swan River, battery kameraku jadi habis. Harus pulang dulu deh buat nge-charge battery, sekalian makan siang.

Battery kamera sama perut udah keisi penuh, jam 3 sore aku udah siap buat ngelanjutin petualangan di Perth City. Kali ini Victoria Garden yang aku tuju. Taman ini deket sebelahan sama gedung DPRD-nya Perth. hihihi... Here the pictures...

by : dipti
by : dipti

by : dipti

by : dipti

by : dipti
Jalan-jalan tanpa bawa oleh-oleh itu gak afdol lhow... Makanya shopping dulu di sebelahnya Bell Tower. Belanja buat keluarga dan teman tercinta... ;-)
by : dipti

by  : dipti

by : dipti
Mampir ke Bell Tower bentar. Karena udah tutup, cuma bisa foto dari luar aja... T_T But, next time I'll go inside, for sure...
by : dipti

by : dipti

Akhir dari petualangan hari ini... Ke Dermaga Western Perth to take the last picture. Happy time all...
by : dipti


Friday, July 5, 2013

Perth is A Bird City...?

Perth adalah kota yang minim polusi. Hal ini kebukti sama banyaknya burung yang lalu lalang di jalanan kota Perth. Mereka bisa terbang bebas di jalanan yang penuh kendaraan bermotor sekalipun.

Tapiii... kadang mereka suka ngegangguin pejalan kaki. Soalnya mereka sering banget nongkrong di pohon-pohon pinggir jalan. Trus mereka pup deh di situ. bisa2 pup-nya itu jatuh di pejalan kakinya. Hehehe... Jadi, harus hati-hati kalau jalan di sini..

Selain suka pup sembarangan, burung-burung itu juga terbilang berisik. kebanyakan burung gagak sih... Jadi kadang malem-malem kedenger burung gagak yang berkicau, jadi agak serem deh... hihihi...

Hari ini, pas lagi nunggu bus buat pulang, ada burung gagak yang nongkrong di lampu jalan. Lamaaa banget dia nongkrong di situ. Kayak tanpa beban nongkrong di situ... hehehehe....

by : dipti


Wednesday, July 3, 2013

Belajar Nyuci Sendiri

Emang sih, udah disediain fasilitas laundry, tapi ada hal lain yang bikin aku tertarik buat nyuci pakaianku sendiri. 

Di tempat tinggalku, ada yang namanya "Special Guest Laundry". Di sini, para tamu bisa nyuci pakaian mereka sendiri. Biayanya juga gak semahal laundry dari hotel, cuma butuh empat koin bernilai 1 AUD.

by : dipti
Kayak di film-film (itu menurutku). Awalnya agak ragu juga sih nyuci pakai mesin ini, tapi penasaran banget gimana cara kerjanya. Akhirnya nekat deh nyuci pakai nih mesin. Dan hasilnya sama sekali gak mengecewakan. Caranya juga gampang banget. Cukup masukin deterjen, cucian kotor, trus taruh tiga koin 1 AUD di tempatnya, trus proses, udah deh. Mesin bakalan kerja sendiri dari mulai nyuci sampai bilas. Kita tinggal terima bersih. ^_^

Gak ada tempat buat njemur pakaian? Don't worry and be happy! Ada mesin drier-nya juga. Yang satu ini lebih murah lagi, cuma 1 AUD. cara kerjanya juga sama. Cukup taruh semua pakaian yang mau dikeringin di dalem mesin, tutup pintunya, taruh koin di tempatnya, trus jalankan mesin. Udah deh, dengan sendirinya, pakaian akan jadi kering tanpa kena sinar matahari

Ternyata enak nyuci pakai mesin ini. Next time bisa coba lagi. Murah meriah cuy...